Ayo Tangani Kegemukan Pada Si Kecil

Masalah kegemukan, kini sudah bukan lagi eksklusif untuk dewasa. Belakangan ini kita sudah banyak mendapati anak-anak yang sangat gemuk di usianya. Memang secara tampilan mungkin lucu dan menggemaskan, sehingga tak ada yang tahan untuk tidak mencubit pipinya. Namun dibalik itu gangguan dan penyakit menghantui dirinya. Pilih yang mana?
Ini adalah Masalah Besar!
American Academy of Child and Adolescent Psychiatry pada 2008 mengungkapkan masalah obesitas anak di Amerika Serikat meningkat secara signifikan. Antara 16-33% dari anak-anak dan remaja dalam keadaan obesitas. Masalah kenaikan berat badan yang tak sehat karena diet yang buruk dan kurangnya aktivitas menyebabkan 300.000 kematian setiap tahunnya di Amerika Serikat. Kemudian 100 miliar dollar Amerika Serikat digunakan untuk menangani obesitas. Penanganan masalah ini perlu diperhatikan terutama ketika anak berat badannya mulai berlebih.
Di negara lain, Trisha mengemukakan bahwa 27% anak-anak di Inggris juga mengalami obesitas. Hal ini juga meningkat di negara berkembang seperti Indonesia, apalagi dengan ramainya makanan yang tak sehat bagi anak serta perubahan gaya hidup.
Apa sih Obesitas itu?
Obesitas adalah kenaikan berat badan yang sangat berlebih dari berat badan ideal. Sobat pasti sudah mengenal rumus untuk penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Rumus IMT menggunakan berat badan dalam kilogram dan dibagi dengan kudrat dari tinggi badan dalam meter. Jika hasilnya di atas 30 maka sudah mengindikasikan adanya obesitas.
Obesitas pada anak sering timbul pada usia 5-6 tahun dan saat remaja. Beberapa penelitian sudah menunjukkan bahwa anak yang obesitas pada usia 10-13 tahun, 80% akan menjadi dewasa yang obesitas juga.
Apa saja yang menyebabkan obesitas pada anak?
Penyebab obesitas pada anak adalah hal yang rumit. Banyak hal yang bisa menjadi penyebab, termasuk masalah keturunan, biologis, perilaku, dan faktor kebudayaan. Secara dasarnya, obesitas muncul ketika seseorang makan dengan jumlah yang melebihi kebutuhan tubuh.
Selain itu dalam hal perilaku misalnya. Anak akan meniru orang tuanya. Jika salah satu orang tua obesitas, maka ada 50% kemungkinan anaknya obesitas. Jika kedua orang tua gemuk, maka kemungkinan meningkat menjadi 80%.
Kegemukan juga bisa disebabkan oleh penyakit atau gangguan, namun ini hanya menjadi 1% dari penyebabnya.
Berikut hal-hal yang bisa sebabkan obesitas pada anak:

  • kebiasaan makan yang buruk
  • makan kelebihan
  • kurangnya aktivitas
  • riwayat kegemukan dalan keluarga
  • masalah medis (gangguan endokrin, gangguan saraf, misalnya sindrom Prader Willi)
  • pengobatan (misalnya steroid)
  • perubahan dan kejadian hidup yang membuat gangguan stres psikis (bercerai, berpisah, pelecehan, kematian, masalah keluarga dan pasangan)
  • rendah diri

Pengaruh yang ditimbulkan akibat obesitas anak
Memang pada awalnya, pengaruh gangguan fisik tidak akan langsung terjadi. Namun pada anak, risiko tersebut semakin meningkat, seperti risiko tehadap penyakit jantung, hipertensi, diabetes, masalah pernapasan, gangguan tidur.
Obesitas pada anak dan remaja juga berhubungan dengan peningkatan risiko terhadap masalah emosional. Remaja dengan masalah berat badan akan cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah dan menjadi tak populer di kalangan temannya. Mereka akan cenderung pula terkena depresi, rasa cemas, dan gangguan obsesif kompulsif.
Bagaimana hal ini ditangani?
Obesitas pada anak memerlukan evaluasi medis yang menyeluruh baik oleh dokter umum atau dokter keluarga serta dokter anak. Dokter akan menilai apakah ada gangguan medis yang mendasari masalah ini. Jika tidak ditemukan kelainan gangguan fisik, maka satu-satunya cara adalah menurunkan berat badan dengan mengurangi jumlah kalori yang dimakan dan meningkatkan aktivitas fisik mereka. Selain itu mereka perlu juga didukung penuh agar mereka memiliki motivasi diri yang tinggi. Orang tua juga harus terlibat aktif, memberikan contoh yang konkrit misalnya dengan berolahraga bersama dan pengaturan diet seluruh keluarga 
Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • mulai program manajemen berat badan
  • mengubah kebiasaan makan
  • memilih makanan dan lauk yang baik
  • mengontrol porsi atau jumlah makan
  • meningkatkan aktivitas fisik, mulailah dengan banyak berjalan serta kegiatan yang lebih aktif
  • kurangi kegiatan yang tidak aktif seperti bermain videogim
  • makan bersama dengan keluarga, agar porsi dapat terawasi
  • jangan menggunakan makan-makan sebagai hadiah (misalnya karena naik kelas, diajak makan di restoran all you can eat)
  • kurangi makan kudapan atau makanan ringan

Obesitas akan menjadi masalah seumur hidup. Suatu alasan mengapa anak-anak yang obesitas perlu mengurangi berat badan karena ini berkaitan dengan hidup ke depannya. Setelah program pun mereka harus dapat mengontrol diri untuk mempertahankannya.
Referensi:

  • American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. Obesity In Children And Teens  No. 79; May 2008
  • Macnair Trisha. BBC. Childhood Obesity.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *