Bagaimana Mengasuh Anak Dengan Autis?

Setiap anak adalah anugerah bagi orangtuanya. Setiap anak memiliki keunikannya masing-masing, termasuk juga anak dengan autisme. Sebagai orang tua, kita harus berusaha mengasuh mereka agar dapat berpotensi maksimal dan mencapai kebahagiaannya. Dengan perencanaan yang matang, cinta, dan dukungan Anda, anak dengan autisme dapat belajar, tumbuh, dan berkembang dengan maksimal. Penanganan sedini mungkin akan lebih efektif dan lebih baik bagi perkembangan anak dan mengurangi gejala autisme.
Gejala autisme muncul pada masa kanak-kanak awal. Autisme adalah kondisi yang dikarakteristikkan dengan abnormalitas dalam interaksi sosial, gangguan dalam kemampuan berkomunikasi, dan perilaku yang strereotipik dan berulang-ulang.
Kemampuan kognitif anak dapat bervariasi dari normal hingga yang kecerdasannya di atas rata-rata, namun hingga 80% anak dengan autisme mengalami retardasi mental (Fombonne, 1999). Mereka tidak nyaman di tempat yang ramai. Beberapa mempunyai masalah dengan kekuatan otot yang kurang, defisit motorik halus, dan kesulitan merencanakan pergerakan motorik. Anak dengan autisme juga bisa mempunyai masalah dengan emosionalnya, seperti mudah frustasi, mood labil, mudah terstimulasi sehingga mudah gelisah dan kurang dapat memusatkan perhatian. Hal-hal tersebut juga dapat memicu gangguan makan.
Jika Anda mempunyai anak dengan autisme, perkaya pengetahuan Anda dengan informasi mengenai autisme. Informasi tersebut dapat membantu Anda dalam membuat keputusan untuk terapi anak Anda. Amati dan temukan hal-hal apa saja yang memicu perilaku negatif dan perilaku positif anak. Terimalah anak Anda apa adanya. Berhenti membandingkan anak Anda dengan anak lainnya. Jangan menyerah! Seperti anak-anak lainnya, anak dengan autisme mempunyai kesempatan seumur hidup untuk tumbuh dan mengembangkan kemampuannya.
Turut berpartisipasi dalam terapi akan membawa hasil yang baik bagi anak Anda. Pertahankan pola pengajaran yang konsisten antara di sekolah dan di rumah. Temukan cara mengajar yang dilakukan terapis Anda lalu coba terapkan dan ulangi di rumah. Tentukan jadwal kegiatan yang rutin setiap harinya, yaitu jadwal makan, terapi, bersekolah, dan waktu tidur. Minimalkan hal-hal yang dapat mengacaukan jadwal hariannya.
Anda dapat memberikan pujian bagi anak saat ia berhasil mempelajari hal baru atau berperilaku baik. Cara memberikan hadiah juga dapat bervariasi, misalnya memberikan stiker setiap anak selesai mengerjakan tugasnya atau memperbolehkan anak bermain dengan mainan kesukaannya.
Selain itu, Anda bisa memberikan ruangan di rumah bagi anak untuknya beristirahat, merasa aman, serta nyaman. Anda mungkin juga perlu untuk ‘mengamankan’ perabot rumah yang berbahaya terutama jika anak Anda cenderung berperilaku melukai diri sendiri.
Berkomunikasi dengan anak dengan autisme memang tidak mudah. Namun cara berkomunikasi yang dapat Anda lakukan tidak hanya dengan mengajak mereka berbicara, Anda bisa berkomunikasi lewat cara Anda memandang anak Anda, cara Anda menyentuhnya, dan melalui bahasa tubuh Anda. Perhatikan ekspresi muka dan sikap tubuh anak dan ketahuilah saat-saat dimana anak merasa lapar, lelah, atau menginginkan sesuatu. Selain membuat jadwal terapi, tentukan juga waktu bermain anak. Bermain juga adalah bagian dari proses belajar. Temukan cara untuk membuat anak Anda tersenyum dan tertawa.
Beberapa anak dengan autisme juga mengalami gangguan somatosensoris, yaitu terlalu sensitif terhadap suara, bau-bauan, sentuhan, tekstur, dan distorsi persepsi visual. Sedangkan beberapa anak kurang sensitif terhadap rangsangan sensoris. Temukan rangsangan apa yang memicu perilaku negatif dan yang memicu respon positif.
Dengan banyaknya terapi yang tersedia untuk anak dengan autisme, Anda dapat memilih mana yang paling tepat untuk anak Anda. Saat merencanakan terapi untuk anak, penting untuk diingat bahwa tidak ada satu terapi yang sesuai untuk semua anak.
Setiap anak dengan autisme memiliki keunikannya masing-masing, dengan kelebihan dan kekurangannya. Terapi bagi mereka pun disesuaikan dengan kebutuhannya masing-masing. Anda yang paling mengetahui kebutuhan anak Anda. Dengan kerja sama yang baik dengan tenaga professional maka perkembangan anak Anda akan optimal. Support group juga dapat membantu Anda berbagi pengalaman, mendapatkan informasi, dan saling mendukung dengan keluarga yang juga mempunyai anak dengan autisme.
TEROBOSAN BARU UNTUK MEMBANTU ANAK DENGAN AUTISME
Angka kejadian anak dengan autis beberapa tahun belakangan ini terus meningkat. Para ilmuwan sampai saat ini belum yakin tentang penyebab autis biarpun beberapa studi memberikan informasi tentang keterlibatan gen yang sangat besar pada kasus autisme. Gangguan genetik yang terjadi pada anak autism menyebabkan sistem tubuh baik metabolisme, saraf, dan kognitif menjadi terganggu. Selain itu banyak penelitian lain memeriksa adanya peranan lingkungan, nutrisi, bahkan trauma pada otak dan pengaruh lingkungan sosial. Dari penelitian ini ditemukan bahwa faktor lingkungan yang memberikan masukan kimia, logam berat, serta beberapa jenis nutrisi memberikan peranan dalam meningkatkan beratnya gejala/ gangguan perilaku pada anak autis.
Sebuah cara yang mendasarkan metodenya pada ilmu biofisika ini dapat memberikan sumbangan pada penanganan kasus anak dengan autis. Kemampuan metode bioresonansi untuk mengubah informasi logam berat/ bahan-bahan kimia/ aditif yang menjadi stressor bagi anak-anak autis menjadi informasi baru yang tidak memberikan supresi pada tubuh akan menghasilkan reaksi yang baik dalam bentuk: kemampuan kontak yang meningkat, lebih mudah terjadinya perubahan perilaku seperti: lebih tenang, dan lebih mudah menerima instruksi. Metode bioresonansi ini menjadi bagian dari terapi masa depan yang akan membantu meningkatkan kualitas hidup anak Anda.
Referensi :

  • http://www.helpguide.org/mental/autism_help.htm
  • http://www.medscape.com/viewarticle/448016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *