bahaya gadget bagi anak

Penggunaan telpon genggam merupakan sebuah kebutuhan saat ini. Dengan mobilitas yang tinggi seseorang bahkan dapat menjadikan telpon genggam sebagai sahabat terbaik dalam menghabiskan waktu. Tanpa disadari bergitu banyak efek samping yang merugikan, termasuk di antaranya adalah para pengguna cilik. Apakah Anda memberikan telpon genggam kepada anak untuk “mempermudah” komunikasi? Kenali bahayanya sehingga dapat dihindari dan manfaat komunikasi dapat tetap diraih.

  • Bahaya kesehatan terutama jika anak belum berusia 12 tahun. Anak bukanlah orang dewasa yang bertubuh kecil, jadi seharusnya memang tidak menggunakan handphone sebelum usia 12 tahun. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh anak masih berkembang dan ia lebih sensitif terhadap hal-hal seperti ultraviolet atau radiasi dari telepon genggam.Studi yang dilakukan peneliti Imperial College London mendapatkan anak berusia di bawah 12 tahun yang dibekali telepon genggam oleh orangtuanya paling rentan terhadap semua dampak negatif dari penggunaan handphone tersebut.

 

  • Anak jadi mengabaikan tanggung jawabnya untuk belajar. Salah satu tanggung jawab anak adalah belajar dan sekolah, tapi jika anak terlalu bebas menggunakan telepon genggamnya maka ia cenderung mengabaikan kewajibannya ini. Kondisi ini tak urung bisa membuat prestasi anak jadi menurun. Untuk itu beberapa ahli tidak menyarankan orangtua memberikan gadget canggih sebagai hadiah atas prestasi anak.

 

  • Tagihan membengkak. Kondisi ini dialami oleh remaja belia berusia 12 tahun, Oscar Rushen yang sedang tergila-gila menelepon pacarnya hingga membuat tagihan telepon ayahnya membengkak sampai Rp 25 juta. Hal ini tentu saja membuat sang ayah kewalahan membayar tagihan telepon sendiri, dan sang anak pun dilarang menggunakan handphone. Jika memang orangtua ingin memberikan handphone untuk anaknya agar mudah dipantau atau dihubungi, sebaiknya berikan limit tertentu untuk pulsanya seperti prabayar sehingga bisa diatur penggunaan pulsanya.

 

  • Rentan terjebak oleh telepon premium. Anak-anak umumnya belum terlalu mengerti dengan berbagai macam SMS Premium yang muncul di handphone-nya, sehingga tak jarang banyak anak yang terjebak oleh SMS atau telepon premium ini. Untuk itu orangtua memiliki peran yang penting dalam memberitahu anak bagaimana cara menggunakan telepon genggam yang benar.

 

  • Anak jadi kurang suka bersosialisasi. Salah satu kebutuhan anak dalam memenuhi proses perkembangan dan pertumbuhannya adalah bermain dan sosialisasi dengan anak lain. Tapi anak yang sudah kecanduan telepon genggam cenderung lebih senang bermain dengan gadgetnya dibanding dengan anak-anak lain.Tak jarang anak-anak ini jadi kurang suka saat harus bersosialisasi dengan anak-anak lain untuk bermain bersama, sehingga mempengaruhi perkembangan dan juga membuatnya tidak banyak melakukan kegiatan fisik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *