IMD : Bukti Cinta Ibu pada Sang Buah Hati

“Kasih ibu (kepada anak) sepanjang jalan”, begitulah kata pepatah yang menggambarkan betapa besarnya cinta ibu kepada anaknya. Kasih sayang ibu sudah ditunjukannya semenjak anaknya masih berada dalam kandungan. Kasih sayangnya pun semakin nyata ketika sang bayi keluar dari kandungan dan mengalami kontak fisik dengan sang ibu. Kontak pertama ibu dan sang buah hati ini terwujud dalam kegiatan Inisiasi Menyusu Dini atau IMD yang dilakukan setelah bayi lahir.
 
APA IMD ITU?
IMD merupakan program yang dianjurkan oleh pemerintah dimana setelah dilahirkan, bayi langsung diletakkan pada dada ibu dan dibiarkan menemukan sendiri puting susu ibunya, tanpa dirinya disodorkan ke puting susu ibunya. Jadi dalam proses ini, bayi lah yang harus aktif dalam mencari puting susu ibu untuk menyusu, bukan ibu yang aktif menyusui bayinya.
 
APA SAJA MANFAAT IMD?
Bagi bayi pribadi, ada beberapa manfaat yang bisa ditarik dari Inisiasi Menyusui Dini, yakni :

  • Adanya kontak kulit bayi ke kulit ibu akan memberikan kehangatan bagi bayi dan menghindarkan bayi dari risiko kematian akibat hipotermia/kedinginan.
  • Melalui IMD bayi akan memperoleh ASI pertama yang mengandung kolostrum, cairan yang kaya akan antibodi dan zat penting lainnya yang penting untuk pertumbuhan usus.
  • Dengan melakukan kegiatan IMD kemampuan menyusu bayi akan meningkat, sehingga ibu yang memberikan IMD berpeluang lebih besar dalam melanjutkan kegiatan  menyusu ASI eksklusif dan mempertahankan menyusu sampai bayi berusia 2 tahun.

Tidak hanya bagi bayi, IMD juga bermanfaat bagi ibu. Isapan bayi pada puting payudara ibu akan merangsang pelepasan hormon oksitosin yang penting bagi  kontraksi rahim sehingga membantu mengeluarkan plasenta, mengembalikan ukuran rahim seperti keadaan sebelum hamil, dan mengurangi perdarahan ibu. IMD juga akan merangsang pengaliran ASI dari payudara, sehingga ASI matur (yang berwarna putih) dapat lebih cepat keluar.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Ghana dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah “Pediatrics“, 22% kematian bayi baru lahir (kematian bayi yang terjadi dalam satu bulan pertama) dapat dicegah dengan menyusui bayi oleh ibunya dalam satu jam pertama kelahiran. Melihat hasil penelitian tersebut, maka diperkirakan program IMD dapat menyelamatkan sekurang-kurangnya 30.000 bayi Indonesia yang meninggal dalam bulan pertama kelahiran.
 
ASI, THE TOP ONE!
Seperti kita semua ketahui, ASI merupakan makanan yang sangat penting bagi bayi. Antibodi dalam ASI penting dalam menjaga ketahanan tubuh bayi terhadap infeksi. Selain itu, ASI tidak mengganggu pertumbuhan, fungsi usus, dan mengakibatkan alergi. Sementara makanan lain selain ASI mengandung protein yang bukan protein manusia (misalnya susu hewan), yang tidak dapat dicerna dengan baik oleh usus bayi.
Cairan kuning keemasan yang pertama dikeluarkan oleh kelenjar payudara pada empat hari pertama setelah melahirkan dinamakan kolostrum. Kandungan protein pada kolostrum lebih tinggi, sedangkan kandungan karbohidratnya lebih rendah dibandingkan ASI matur. Dengan mendapat sedikit kolostrum, bayi sudah mendapatkan cukup protein yang dapat memenuhi kebutuhan bayi pada minggu pertama. Kolostrum juga mempersiapkan mukosa usus bayi dengan membersihkan usus bayi dari mekonium. Dengan demikian, usus bayi siap untuk menerima ASI matur pada hari-hari selanjutnya
 
BAGAIMANA MELAKSANAKAN IMD?
Berikut adalah tatalaksana IMD berdasarkan WABA2007 Leaflet UNICEF IMD 2007 :

  1. Dianjurkan suami atau keluarga mendampingi ibu saat melahirkan.
  2. Dalam menolong ibu saat melahirkan, disarankan untuk tidak atau mengurangi mempergunakan obat kimiawi.
  3. Dikeringkan secepatnya terutama kepalanya, kecuali tangannya, tanpa menghilangkan lemak putih (vernix). Mulut dan hidung dibersihkan, tali pusat diikat.
  4. Bila tak memerlukan resusitasi, bayi ditengkurapkan di dada-perut ibu dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu. Keduanya diselimuti. Bayi dapat diberi topi.
  5. Anjurkan ibu menyentuh bayi untuk merangsang bayi mendekati puting. Biarkan bayi mencari puting sendiri.
  6. Ibu didukung dan bila perlu dibantu mengenali perilaku bayi sebelum menyusu.
  7. Biarkan kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibu selama paling tidak satu jam atau lebih sampai proses menyusu awal selesai.
  8. Bila dalam 1 jam menyusu awal belum terjadi, dekatkan bayi ke puting tapi jangan memasukkan puting ke mulut bayi. Beri waktu 30 menit atau 1 jam lagi.
  9. Setelah kontak kulit ibu-bayi setidaknya 1jam, atau lebih, bayi baru dipisahkan untuk ditimbang, diukur, diberi vitamin K dan dicap/tanda.
  10. Rawat gabung bayi: Ibu-bayi dirawat dalam satu kamar, dalam jangkauan ibu selama 24 jam. Berikan ASI saja tanpa minuman atau makanan lain kecuali atas indikasi medis. Tidak diberi dot atau empeng.

 
Melihat manfaat yang sangat besar bagi bayi dan ibu, IMD sangatlah penting dilakukan setelah persalinan. Akan tetapi, masih banyak ibu yang tidak melangsungkan kegiatan IMD ini. Kurangnya informasi mengenai pentingnya kegiatan IMD menjadi penyebab mengapa IMD tidak digalakkan. Oleh karena itu, sumber informasi dan cara penyampaian informasi sangatlah penting dan turut menentukan pengetahuan dan sikap ibu dalam mengambil keputusan untuk melaksanakan kegiatan IMD.
 
Sumber :

  • http://www.dinkes.kulonprogokab.go.id/?
  • http://www.scribd.com/
  • http://muhammadidris1970.wordpress.com/
  • http://kesehatan.myhendra.web.id/ 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *