manfaat memelihara hewan bagi anak

Pet is a human bestfriends.. Pendapat ini tentu memiliki banyak arti bagi beberapa orang. Menurut penelitian yang dilakukan organisasi Delta Society, 90% dari orang yang memelihara binatang, memperlakukan binatang peliharaan mereka seperti bagian dari keluarga sendiri. Tampaknya peranan binatang peliharaan memang cukup besar bagi kehidupan seseorang. Bahkan terdapat berbagai perbedaan pada pertumbuhan seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga yang memelihara binatang dan yang tidak.

Terdapat 4 hal dari Erickson life cycle theory dan Bowlby’s attachment theory mengenai peranan binatang dalam perkembangan seorang anak :

  1. seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga yang memelihara binatang akan cenderung untuk melihat dunia sebagai tempat yang ramah dan menarik. Anak dapat lebih merasa aman dalam berhubungan dengan orang lain karena tingkat basic trust yang lebih tinggi dari anak lainnya.
  2. seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga yang memelihara binatang akan cenderung memiliki rasa ingin mengeksplorasi dan kemandirian lebih tinggi. Hal ini didukung oleh rasa keinginan bermain anak bersama binatang.
  3. Selama dalam proses bermain itulah, anak dapat mencapai tingkat kematangan tubuh dan otak dengan lebih baik.
  4. seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga yang memelihara binatang akan cenderung lebih hangat dalam berinteraksi dengan orang lain.

Dari keempat teori tadi, beberapa ahli menyimpulkan bahwa

  • anak yang memelihara binatang akan lebih mudah mengerti perasaan orang lain (empati). Anak akan belajar untuk mengerti perasaan dan kebutuhan binatang yang dipelihara. Diharapkan dengan ini, anak akan lebih mudah berempati pada orang lain di usia dewasa.
  • Anak dapat belajar untuk merawat dan peduli terhadap ’sesuatu’ selain dirinya sendiri. Normalnya, setiap anak baru mendapatkan kesempatan untuk berbagi dengan orang lain di usia playgroup, saat anak mulai berinteraksi dengan anak lain seusianya. Dengan memelihara binatang, anak akan belajar bagaimana cara untuk merasa peduli terhadap hal lain.
  • Anak dapat diajarkan menjalankan suatu tanggung jawab secara dini. Tanggung jawab yang diberikan tentu merupakan hal yang sesuai dengan usia anak.
    1. Pada anak usia playgroup. anak sangat menikmati meniru perilaku orang di sekitarnya. Orang tua dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan mengajarkan tanggung jawab seperti cara bermain yang menyenangkan dan tidak membebani anak.
    2. Pada anak usia SD. anak mulai dapat diberikan tanggung jawab pada hal-hal mulai dari yang sederhana sesuai dengan perkembangan kemampuan masing-masing. Mulai dari mengajak jalan-jalan secara teratur , sampai dilanjutkan dengan mulai memberi makan.
  • Anak akan dapat merasakan penerimaan tanpa syarat dari pihak lain selain keluarga.
  • Menurut penelitian yang dilakukan Nienke Edenbergh, seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga yang memelihara binatang akan memiliki perbendaraan kata lebih banyak dengan stimulus yang sama besar dibandingkan dengan anak seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga yang tidak memelihara binatang. Hal ini disebabkan seorang anak membutuhkan pendengar setia untuk ’berceloteh ria’ selain memerlukan stimulus bahasa untuk perkembangan otak. Binatang peliharaan dapat menjadi teman setia untuk berceloteh ria dengan anak.
  • Binatang peliharaan dapat menjadi media yang baik bagi orang tua untuk mengajarkan mengenai siklus kehidupan, sex, dan kematian.
    + Setiap binatang peliharaan akan mati. Masa-masa ini dapat digunakan orang tua untuk berinteraksi dengan anak dan saling berbagi perasaan dengan anak. Cara pendekatan orang tua akan mempengaruhi tanggapan dan cara anak mengatasi perasaan kehilangan tersebut. Dengan demikian, anak dapat belajar untuk mengatasi perasaan sedih dan kehilangan.
    + Melalui momen kelahiran binatang, orang tua dapat menjelaskan pada anak tentang permulaan kehidupan dan memulai pendidikan seksual bagi anak
  • Menurut penelitian Nienke Edenbergh, 52% keluarga yang memelihara binatang peliharaan akan menghabiskan waktu bersama lebih banyak.

Bahkan menurut penelitian tahun 2002, anak yang memelihara anjing dan kucing di usia pertama akan memiliki kemungkina lebih rendah mengalami asma dan penyakit rhinitis alergi. Hal ini disebabkan pengaruh pembentukan antibodi IgE lebih rendah. (antibodi IgE adalah antibodi yang merangsang terjadinya proses alergi).

Jadi, maukah Anda memelihara binatang??

DAFTAR PUSTAKA :

1. Dennis R. Ownby; Christine Cole Johnson; Edward L. Peterson. Exposure to Dogs and Cats in the First Year of Life and Risk of Allergic Sensitization at 6 to 7 Years of Age. JAMA, August 28, 2002—Vol 288, No. 8

2. G.F. Melson. Ph.D..Professor. The Role of Companion Animals in Human Development. Department of Child Development & Family Studies, Purdue University. (Paper presented at the 7th International Conference on Human-Animal Interactions, Animals, Health and Quality of Life, September 6-9, 1995, Geneva, Switzerland).

3. Vlasta Vizek Vidovic, Vesna Vlahovic Stetic and Denis Bratko. Pet Ownership, Type of Pet and Socio-emotional Development of School Children. Originally published in Anthrozoos, Vol. 12, No. 4, 1999, pps 211-217

4. Nienke Endenburg and Ben Baarda. The Role of Pets in Enhancing Human Well-being: Effects on Child Development. Reprinted from The Waltham Book of Human-Animal Interactions: Benefits and Responsibilities. Courtesy of Waltham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *