Penurunan Angka Bayi Prematur dengan Menghindari Rokok

Apakah Anda masih ingat dengan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 75 Tahun 2005? Peraturan tersebut mengatur sejumlah hal tentang kawasan dilarang merokok. Peraturan tersebut menimbang bahwa rokok mengandung zat yang berbahaya bagi pengguna itu sendiri dan juga orang lain. Selain itu, merupakan hak setiap orang untuk mendapatkan udara yang bersih. Demikian pula hal ini diberlakukan di Skotlandia sejak tahun 2006.
 

 
Sejak Skotlandia memberlakukan aturan larangan merokok di tempat umum tahun 2006, angka kelahiran prematur turun hingga 10 %. Peneliti meyakini bahwa dengan adanya udara yang bebas asap rokok angka kejadian asma pada anak dan gangguan jantung akan berkurang. Selain itu, asap rokok diyakini berhubungan dengan terhambatnya pertumbuhan janin dan timbulnya masalah pada plasenta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *