Posisi Menyusui yang Nyaman Bagi Ibu dan Buah Hati

Menyusui adalah salah satu hal yang paling alamiah untuk memberikan nutrisi dari ibu ke bayi. Meski demikian menyusui tidak selalu semudah kelihatannya, dan memerlukan latihan terutama untuk para ibu yang baru pertama kali mempunyai anak.
Untuk belajar bagaimana memegang dan menyangga bayi Anda dengan posisi yang nyaman, memerlukan waktu, koordinasi, dan kesabaran. Namun, semua usaha Anda akan terbayar begitu Anda menemukan posisi yang benar-benar nyaman, karena Anda akan menghabiskan banyak waktu untuk menyusui dalam satu hari.
Sebagai gambaran awal, untuk memulai menyusui pastikan kedua tangan bayi bebas (tidak terperangkap dalam bedong). Kepala dan badan bayi terletak dalam satu garis lurus (kepala tidak menoleh ke samping), caranya adalah dengan membuat perut bayi menempel pada perut Anda, sehingga seluruh badan bayi menghadap ke badan Anda, bukan ke atas.
Ada beberapa 4 posisi menyusui yang dapat dicoba, masing-masing memiliki kelebihan dan dapat dicoba sesuai dengan keadaan Anda dan bayi. Anda dapat mencobanya dan memilih posisi yang paling nyaman dan praktis bagi Anda dan bayi, dan tentu dapat menggunakan posisi yang berbeda-beda sesuai situasi Anda pada saat itu.
Posisi Cradle (Klasik)
Posisi ini adalah yang paling banyak dipraktekkan ibu menyusui.
Cara:

  1. Ibu duduk pada kursi berlengan yang nyaman, punggung tegak (boleh disangga dengan bantal agar dapat bersandar dengan nyaman). Jaga agar posisi tidak membungkuk karena akan cepat lelah.
  2. Punggung hingga bokong bayi ditempatkan pada lengan bawah ibu. Lengan yang digunakan adalah lengan pada sisi yang sama dengan payudara yang akan digunakan untuk menyusui (lengan kanan saat akan menyusui dengan payudara kanan).
  3. Kepala dan leher bayi ditempatkan pada lekuk siku.
  4. Dekatkan kepala (bibir) bayi pada payudara dengan mengangkat lengan (bukan membungkuk).

Tips:
Untuk lebih nyaman, siku dapat ditumpangkan pada lengan kursi, atau dapat menggunakan bantal pada pangkuan atau bantal menyusui sebagai penyangga.
Terbaik untuk:

  • Bayi secara umum: sehat, cukup bulan lahir spontan (normal). Wanita yang baru saja operasi Caesar mungkin merasa agak sakit karena tekanan pada perut lebih tinggi dengan posisi ini.
  • Lebih mudah dilakukan pada bayi berusia satu bulan atau lebih, karena otot leher lebih kuat.
  • Menyusui saat sedang bepergian, karena tidak terlalu memerlukan bantal atau penyangga (lengan ibu berfungsi sebagai penyangga).

Posisi Cross-Cradle
Cara:

  1. Ibu duduk pada kursi berlengan yang nyaman, punggung tegak (boleh disangga dengan bantal agar dapat bersandar dengan nyaman). Jaga agar posisi tidak membungkuk karena akan cepat lelah.
  2. Tangan ibu pada sisi yang berseberangan dengan payudara yang menyusui, memegang kepala dan leher bayi (tangan kanan digunakan bila akan menyusui dengan payudara kiri, dan sebaliknya)
  3. Punggung dan bokong bayi disangga dengan lengan bawah ibu pada tangan yang sama.
  4. Tangan dapat digunakan untuk mengarahkan bayi ke payudara.

Tips:

  • Jangan mendorong kepala bayi terlalu kuat ke payudara karena kadang bayi justru secara refleks akan melawan.
  • Duduk tegak, bayi didekatkan pada payudara, bukan sebaliknya Anda membungkuk untuk mendekatkan payudara pada bayi

Terbaik untuk:

  • Hari-hari pertama setelah kelahiran
  • Ibu yang baru belajar menyusui
  • Bayi prematur dan berat lahir rendah yang refleks isap serta otot lehernya masih lemah, serta sering terlepas dari puting. Dengan posisi ini telapak tangan Anda menyangga kepala dan leher bayi dengan cukup baik

Posisi Football
Dinamakan football karena Anda memegang bayi seperti memegang bola football (menurut saya kalau versi perempuan: tas tangan, mungkin seharusnya dinamakan Handbag Position agar lebih komunikatif bagi para wanita), yaitu pada sisi tubuh (di bawah ketiak).
Cara:

  1. Punggung hingga bokong bayi ditempatkan pada lengan bawah ibu, dengan daerah bokong pada lipat siku ibu. Lengan yang digunakan adalah lengan pada sisi yang sama dengan payudara yang akan digunakan untuk menyusui (lengan kanan saat akan menyusui dengan payudara kanan).
  2. Lengan ibu tidak ditempatkan di depan tubuh, namun di samping (seperti mengempit tas)
  3. Telapak tangan ibu menyangga kepala dan leher bayi, seluruh tubuh bayi menghadap ke payudara (sisi tubuh) ibu
  4. Letakkan penyangga (bantal atau bantal menyusui) pada sisi tubuh yang digunakan, di bawah lengan ibu dan tubuh bayi.

Tips:

  • Pada saat akan mulai menyusui, mungkin tangan sisi yang berseberangan perlu menyangga payudara dengan membuat bentuk seperti huruf C, untuk membantu mempertemukan mulut bayi dan puting.
  • Gunakan kursi yang agak lebar dengan sandaran tangan yang rendah.
  • Posisi ini adalah satu-satunya yang memungkinkan wajah bayi menghadap wajah Anda (bukan tubuhnya), sehingga Anda dapat menjalin kontak mata yang mesra dengan bayi.

Terbaik untuk:

  • Ibu yang baru menjalani operasi Caesar (yang sudah boleh duduk), karena bayi tidak menyentuh daerah luka, dan posisi ini tidak membuat tekanan pada perut meningkat.
  • Bayi kembar
  • Ukuran payudara sangat besar

Posisi Berbaring Miring
Posisi ini merupakan posisi favorit sebagian ibu, terutama saat sedang sangat lelah dan mengantuk namun berjuang untuk tetap menyusui bayi secara langsung.
Cara:

  1. Berbaringlah miring pada satu sisi tubuh, tangan bagian bawah dilipat ke atas atau menyangga kepala.
  2. Kepala boleh berbaring pada bantal atau disangga oleh telapak tangan.
  3. Dengan tangan bagian atas, posisikan tubuh bayi juga miring menghadap tubuh Anda, perut bayi menempel pada perut Anda.
  4. Arahkan kepala dan mulut bayi pada puting, dapat menggunakan bantal bayi yang diletakkan di bawah kepala bayi atau di bawah payudara, tergantung ukuran payudara, dengan tujuan agar mulut bayi sama tinggi dengan puting.

Tips:

  • Anda dapat meletakkan guling untuk menyangga punggung Anda, dan juga guling bayi di belakang bayi untuk menyangga punggungnya, sehingga tangan Anda tidak perlu terus menahan tubuh bayi agar tetap miring.
  • Tubuh Anda sebaiknya tidak terlalu miring ke arah bayi, untuk berjaga-jaga bila Anda tertidur, agar tidak menimpa bayi atau membuat hidungnya tertutup.
  • Bayi sebaiknya tidur di tempat tidur/boks tersendiri, untuk meminimalkan risiko SIDS (sudden infant death syndrome). Jadi bila selesai menyusui, segera kembalikan bayi ke boksnya.

Terbaik untuk:

  • Ibu pada 24 jam pertama setelah menjalani operasi Caesar, saat masih disarankan berbaring.
  • Menyusui di malam hari, saat Anda sangat lelah dan mengantuk setelah seharian mengurus bayi.
  • Ibu yang harus bedrest (berbaring) karena alasan kesehatan.

Meskipun beberapa posisi menyusui memang terbaik untuk keadaan tertentu dan sangat disarankan, namun ‘nyaman’ sangat subjektif, dan Anda tentu tetap boleh memilih posisi yang Anda rasakan paling sesuai bagi Anda berdua. Tidak ada salahnya mencoba semua posisi, dan bahkan berganti-ganti sesuai mood dan situasi saat itu. Yang penting, kegiatan menyusui harus dirasakan sebagai sesuatu yang menyenangkan.
Apabila Anda merasa pegal-pegal setelah menyusui, berarti ada yang salah dengan posisi menyusui Anda. Jangan ragu untuk menggunakan banyak bantal, guling, selimut, buku, meja coffee table, atau apapun, untuk menyangga tubuh Anda dan bayi di sana-sini, hingga Anda merasa nyaman: jangan mulai menyusui sebelum merasa benar-benar nyaman! Dengan demikian, kegiatan menyusui akan berjalan lancar, dan air susu juga akan mengalir lebih banyak dan lancar.
Anda senang, bayipun riang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *