sudden infant death syndrome…jarang tapi fatal

godshandKebanyakan orang mungkin tidak mengetahui mengenai sindroma ini, karena sindroma ini hanya populer di kalangan kedokteran. Tetapi jangan anggap remeh sindroma ini, karena jumlah kasusnya lumayan banyak.
Sudden Infant death syndrome (SIDS) atau bila diterjemahkan menjadi sindroma kematian bayi mendadak diartikan sebagai kematian mendadak pada bayi berusia kurang dari 1 tahun yang tidak dapat dijelaskan penyebab kematiannya baik setelah dilakukan otopsi menyeluruh, pemeriksaan tempat kematian dan pemeriksaan riwayat medis bayi dan keluarganya. Jika telah dilakukan ketiga pemeriksaan itu dan masih tidak dapat dijelaskan penyebab kematian mendadaknya maka disimpulkan penyebab kematiannya adalah SIDS.
Insiden terjadinya SIDS di negara-negara Asia sebesar 0.04 per 1000 kelahiran hidup. SIDS lebih sering terjadi pada anak laki-laki (60-70%). Kira-kira 80% kematian karena SIDS terjadi pada bayi berusia kurang dari 5 bulan, dengan insiden puncak pada bayi berusia 2-4 bulan. Sisanya terjadi pada usia diatas 6 bulan.
Penyebab dari SIDS sendiri sampai sekarang masih tidak diketahui, tetapi ada beberapa teori mengenai penyebab SIDS. Secara umum dapat disimpulkan bahwa SIDS disebabkan oleh banyak faktor yang saling berkaitan.
Hipotesis paling utama soal penyebab SIDS adalah perkembangan bayi dimana terjadi keterlambatan perkembangan inti sel dan sel saraf di otak yang berperanan penting pada fungsi jantung dan paru. Hipotesis ini menjelaskan bahwa keterlambatan perkembangan area otak tertentu dapat menyebabkan efek yang buruk pada area otak yang mengatur respon untuk bangun. Bangun disini dalam kaitannya dengan kemampuan bayi untuk untuk merespon berbagai stimulus normal. Contohnya, ketika bayi tidur dengan wajah menghadap ke bawah maka ada saat dimana hidung dan mulutnya tertutup keseluruhan sehingga bayi tidak dapat bernafas, secara normal hal ini akan merangsang respon bangun , sehingga bayi akan menggerakkan kepalanya kesamping  sehingga dia dapat bernafas lagi. Selain itu keterlambatan perkembangan otak ini juga dapat menyebabkan gangguan pada refleks menelan sehingga bayi tidak dapat menelan air ludah ataupun muntahan.
Hipotesis lain diantaranya adalah sesak nafas (asfiksia) karena adanya gangguan pada pergerakan udara disekitar mulut dan hidung ketika bayi tidur terutama bila dalam posisi wajah menghadap ke bawah sehingga karbon dioksida yang dikeluarkan akan terhirup lagi.
SIDS merupakan tragedi yang tidak dapat diprediksi, tidak dapat dicegah dan tidak dapat dijelaskan. Bayinya terlihat dalam kondisi sehat tanpa ada gejala atau tanda penyakit sebelum kejadiannya. Biasanya tanda-tanda dari SIDS adalah kematian muncul ketika bayi tidur dan berlangsung dengan cepat, biasanya bayi tidak menangis, bayi biasanya tampak tumbuh dengan baik, cukup gizi dan dalam keadaan sehat sebelum meninggal.
Ada beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadi SIDS, antara lain :
Prenatal (sebelum lahir) :

  • Ibu yang merokok, pecandu alkohol dan heroin
  • Nutrisi prenatal yang tidak mencukupi
  • Bayi kelebihan berat badan
  • Hamil di usia muda
  • Ibu kelebihan berat badan
  • Jenis kelamin bayi (terutama laki-laki)

Postnatal (sesudah lahir) :

  • Berat badan lahir rendah
  • Posisi tidur telungkup
  • Temperatur ruangan yang meningkat
  • Tidak disusui
  • Pembedongan yang berlebihan, pakaian yang berlebihan
  • Umur bayi
  • Kelahiran prematur
  • Asap rokok

Beberapa cara untuk mengurangi resiko terjadinya SIDS adalah :

  • Selalu posisikan bayi anda tidur dalam posisi telentang
  • Tempatkan bayi anda di tempat tidur yang dasarnya keras, jangan tempatkan pada bantal, selimut ataupun pada permukaan yang lunak.
  • Hindarkan bayi anda tidur dalam keadaan ruangan yang panas
  • Jangan biarkan ada yang merokok didekat bayi anda.
  • Selalu perhatikan, jangan sampai ada benda yang menutupi wajah bayi anda ketika tidur seperti selimut

Menghindari faktor resiko dan selalu menjaga dan menjauhkan buah hati anda dari segala yang dapat mengancamnya tetap merupakan langkah pertama dan utama dalam menurunkan resiko terkena SIDS ini.
Sumber:
http://www.nichd.nih.gov/health/topics/sudden_infant_death_syndrome.cfm
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/suddeninfantdeathsyndrome.html
http://www.sids.org/nprevent.htm
Esani N, Hodgman JE, Ehsani N, Hoppenbrouwers T. Apparent life-threatening events and sudden infant death syndrome: comparison of risk factors. J Pediatr. Mar 2008;152(3):365-70
American Academy of Pediatrics Task Force on Sudden Infant Death Syndrome. The changing concept of sudden infant death syndrome: diagnostic coding shifts, controversies regarding the sleeping environment, and new variables to consider in reducing risk. Pediatrics. Nov 2005;116(5):1245-55

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *