Susu Saja Tidak Cukup! Bayi Pun Perlu Konsumsi Makanan Padat!

Vina adalah seorang bayi berusia 6 bulan. Belakangan ini ia menjadi lebih lapar dari biasanya. Baru saja minum susu, tak lama kemudian ia sudah minta lagi. Apakah ini menandakan sudah waktunya Vina diberikan makanan lain selain susu???
Kenapa perlu mengenalkan makanan padat pada bayi?
Bayi baru lahir memerlukan ASI ataupun susu formula untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Sebelum usia 6 bulan bayi dapat menggunakan zat besi yang tersimpan dalam tubuh mereka sejak mereka masih dalam kandungan serta yang berasal dari ASI dan susu formula. Namun, kebutuhan nutrisi untuk bayi berusia 6 bulan ke atas tidak cukup dari ASI dan susu formula saja. Ia juga membutuhkan nutrisi lain, termasuk zat besi yang diperoleh dari makanan padat. Zat besi penting bagi anak-anak karena bayi dan anak-anak rentan mengalami anemia defisiensi besi.
Sejak usia 6 bulan, selera makan bayi sulit dipuaskan hanya dengan mengkonsumsi ASI ataupun susu formula saja. Bayi juga siap untuk mengalami rasa dan tekstur makanan yang baru. Mulai mengenalkan makanan padat pada bayi dalam usia ini pun akan membantu bayi dalam perkembangan gigi dan rahang mereka. Walaupun begitu, memulai mengkonsumsi makanan padat tidak berarti benar-benar menggantikan kedudukan ASI. Para peneliti mengungkapkan bahwa ASI tetap diberikan kepada bayi bersamaan dengan makan makanan padat sampai setidaknya bayi berusia 12 bulan.
Kapan bayi siap menerima makanan padat?
Kebanyakan bayi siap untuk mencoba makanan padat pada usia sekitar 6 bulan. Namun, setiap bayi tidaklah sama. Beberapa bayi mungkin lebih cepat ataupun malah terlambat. Jika usia bayi hampir mencapai 7 bulan dan ia belum dapat memulai makan makanan padat, konsultasikanlah hal ini pada dokter Anda. Berikut ini adalah tanda-tanda bayi siap mulai makan makanan padat:

  • Bayi menunjukkan minat pada makanan, misalnya makanan yang Anda makan atau yang terdapat pada piring Anda. Bayi juga mungkin mulai senang memasukkan jari mereka ke dalam mulut.
  • Selera makan bayi untuk menyusu ASI maupun susu formula meningkat
  • Bayi membuka mulut saat makanan ditawarkan dengan menggunakan sendok
  • Bayi telah memiliki pengendalian yang baik terhadap kepala dan leher mereka. Kepala dan leher mereka dapat stabil dalam posisi tegak. Mereka juga memiliki kemampuan untuk duduk tegak dengan bantuan. Kemampuan-kemampuan ini penting dalam usaha bayi mulai mengkonsumsi makanan padat.

Jika bayi diberikan makanan padat saat mereka belum siap, mereka dapat mengalami gangguan pencernaan. Namun jika makanan padat ini terlalu cepat menggantikan ASI ataupun susu formula sepenuhnya maka bayi dapat mengalami kekurangan gizi.
Bagaimana memulai mengenalkan makanan padat pada bayi?
Berikut ini adalah tips-tips mengenalkan makanan padat pada sang buah hati:

  • Mulailah dengan satu jenis makanan. Untuk permulaan, sereal beras untuk bayi adalah pilihan yang baik.
  • Mulailah dengan satu sendok teh sekali sehari dari makanan yang dipilih. Tingkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi bayi dengan menambahkan satu sendok teh setiap harinya sampai bayi bisa makan makanan tersebut maksimal dua sendok makan sehari.
  • Setelah bayi bisa makan dua sendok makan sehari, Anda dapat menawarkan makanan tersebut dua kali sehari. Konsistensi makanan padat itu pun dapat ditingkatkan sedikit demi sedikit ketika makan bayi menjadi lebih banyak.
  • Kebanyakan bayi tidak akan memiliki masalah dengan makanan baru, namun tetap perhatikan adanya tanda-tanda intoleransi atau reaksi alergi seperti muntah, diare, atau ruam kulit.
  • Ketika memperkenalkan makanan yang berbeda, cobalah memberikan masing-masing makanan tersebut selama sekitar empat hari. Perhatikan kembali adanya tanda-tanda intoleransi. Mengenalkan setiap makanan baru secara perlahan akan memberikan bayi kesempatan untuk merasakan rasa dan tekstur yang berbeda.
  • Jika bayi menolak/tidak menyukai suatu makanan tertentu, janganlah dipaksakan. Cobalah untuk memberikannya lagi di lain waktu.
  • Ketika pertama kali memperkenalkan makanan padat, bayi mungkin lebih akan mencobanya setelah mereka minum. Berikan bayi ASI atau susu formula terlebih dahulu, baru kemudian makanan padat. Hal ini dikarenakan ketika bayi benar-benar lapar, mereka hanya ingin mendapatkan ASI atau susu formula yang mereka sudah tahu dapat memuaskan rasa lapar mereka.
  • Ketika bayi telah cukup untuk makan, mereka mungkin akan berpaling dari sendok yang ditawarkan, bersandar ke belakang, atau menolak untuk membuka mulutnya. Jangan memaksanya untuk suapan berikutnya. Saat pertumbuhan bayi sesuai dengan targetnya, Anda dapat yakin bahwa ia telah mendapatkan cukup makan.
  • Pada awalnya, memberi makan bayi dapat dilakukan di kursi bayi atau bersandar pada pangkuan Anda. Ketika bayi sudah bisa duduk dengan mudah tanpa bantuan, Anda dapat menggunakan kursi tinggi dengan dasar yang luas dan stabil. Pasangkan tali pengaman, dan jagalah dari anak-anak lain yang memanjat atau bergantungan pada kursi tersebut.
  • Bayi mungkin senang bermain dengan makanannya pada saat menggigit makanan. Meskipun berantakan, tangan-tangannya yang bereksplorasi terhadap makanan tersebut akan membantu dalam perkembangan bayi. Tempatkan kain alas/koran di lantai sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan makanan yang jatuh.
  • Anda bisa memperkenalkan peralatan-peralatan makan kepada bayi saat proses makan ini. Tawarkan bayi sendok untuk dipegangnya sementara Anda memberinya makan dengan sendok lain. Seiring dengan bertambahnya ketangkasan bayi, doronglah bayi Anda untuk menyendok makanan dengan sendoknya dan memasukkannya sendiri ke mulutnya.
  • Memberikan ASI atau susu formula dengan cangkir saat waktu makan dapat membantu menyingkirkan ketergantungan pada botol susu mereka. Pada usia 9 bulan, bayi mungkin telah dapat minum dari cangkirnya sendiri.

Proses makan pada bayi awalnya mungkin akan berjalan dengan lambat dan sangat berantakan. Namun, makan adalah keterampilan dimana seorang bayi harus belajar, termasuk cara untuk mendapatkan makanan masuk ke dalam mulut mereka. Bayi mungkin juga ingin menyentuh dan merasakan tekstur makanan yang baru. Jadi, mari jadikan waktu makan menjadi suatu pengalaman yang menyenangkan bagi Anda dan juga bayi Anda.
Sumber:
http://www.mayoclinic.com/health/healthy-baby/PR00029
http://raisingchildren.net.au/articles/when_to_introduce_solids.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.