Tentang Video Game yang Orang Tua Harus Ketahui

Lebih dari 60% orang tua percaya bahwa video game tidak akan berdampak apa-apa pada anak mereka. Marina Krcmar, seorang profesor komunikasi, mengatakan hal yang berbeda. Krcmar mengatakan video game akan banyak berdampak pada anak-anak, apalagi akhir-akhir ini video game cenderung semakin realistik. Ia mengatakan, “Realisme yang lebih besar ini mengakibatkan efek yang lebih besar. Salah satunya adalah sifat agresi (menyerang) lebih besar.”
Krcmar mengingatkan orang tua agar selalu berhati-hati dalam memilih game yang tepat. Perhatikan rating, walaupun terkadang rating masih sering tidak konsisten. Misalnya game berperang seperti “Call of Duty: Black Ops,” kisah perang dan kekerasan semakin nyata.
Apa yang ditakutkan juga adalah pembelajaran anak-anak. Krcmar mengatakan, “Kita belajar apa yang baik dan apa yang keliru dengan konsekuensi. Dalam berbagai game yang ramai dibicarakan, menembak orang misalnya, tidak ada konsekuensi negatifnya. Di dalam game Anda leluasa untuk menembak manusia. Bahkan terkadang malah diberi hadiah atau pujian.”
Selain itu berkembangnya teknologi yang mengontrol game dari gerak tubuh, akan semakin membuat video game terasa semakin nyata. Gerakan yang ada, termasuk gerakan kekerasan, terlihat semakin alami dan garis batas antara kenyataan dan dunia maya semakin tipis.
Krcmar menyebutkan beberapa video game strategi yang baik untuk anak-anak. Ia merekomendasikan dua game Nintendo DS “Professor Layton and the Curious Village” dan “Etrian Odyssey”. Game semacam “Harvest Moon” juga disebutnya sebagai game yang positif. Anak bisa diajar untuk mengelola ladang mereka dan membuat mereka belajar untuk merencanakan sesuatu dan menyelesaikan masalah.
Krcmar kembali mengingatkan bahwa, “Orang tua jangan terlalu menganggap game dengan gambar yang tidak bagus atau tak nyata, tidak akan memberi kesenangan pada anak-anak. Perhatikanlah apa yang ada di game itu termasuk jalan cerita dan narasinya.”
Berikut beberapa tips darinya bagi orang tua:

  • Ikuti perkembangan video game. Paling tidak Anda tahu apa isinya.
  • Kebanyakan game yang dipasarkan untuk anak-anak, sebenarnya tidak cocok untuk mereka.
  • Bangun komunikasi dengan anak dan dampingi mereka saat bermain game.

Disarikan dari Wake Forest University

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *